Pendidikan memang
benar – benar penting bagi
masyarakat bukan hanya di Indonesia
bahkan diseluruh belahan dunia, dan lebih penting lagi adalah
cara para pendidik untuk mendidik tunas bangsa yang nanti akan menjadi pemimpin
bangsa ini.
Zaman yang semakin
modern dan canggih, banyak sekali berbagai dampak yang terjadi di Indonesia
mulai dari teknologi yang semakin canggih dan serba instan membuat Indonesia tak
perdaya akan hal itu, bahkan bukan hanya negara saja yang tidak berdaya akan hal
itu para masyarakat yang terbuai akan serba instan nya teknologi yang
mengakibatkan dampak negatif terhadap kehidupan sehari – hari.
Didalam dunia
pendidikan sendiri nyata nya tidak lah semanis gula yang dapat merubah segala
nya menjadi indah. Akan tetapi masih banyak yang perlu diperhatikan dan
diperbaiki. Pendidikan
di Indonesia sekarang membuat rakyat biasa sangat menderita. Pendidikan menjadi
sesuatu yang tak terjangkau rakyat kecil. Tidak ada penggolongan orang miskin
dan orang kaya. Lembaga pendidikan telah dijadikan ladang bisnis dan
dikomersialkan. Kebijakan yang mahal ini memang sangat merisaukan karena akan
mengubur impian mobilitas kelas sosial bawah untuk memperbaiki status kelasnya.
Melalui sistem ini, maka yang bisa diserap dalam lingkungan pendidikan adalah
mereka yang memiliki modal yang cukup, bagaimana dengan kalangan menengah bawah
yang membutuhkan pendidikan untuk masa depan?? Entah lah…
Kenyataannya, jutaan rakyat Indonesia belum memperoleh pendidikan yang layak. Bahkan tidak sedikit pula yang masih berkategori masyarakat buta huruf. Mereka belum bisa menikmati dunia pendidikan seperti anggota masyarakat yang mampu “membeli” dan menikmati pendidikan. Bahkan penampung untuk para anak jalanan yang putus sekolah saja masih sangat memperhatinkan, mungkin ada sebagian masyarakat yang peduli akan hal itu tetapi itu hanya sebagian sedangkan para anak putus sekolah semakin membeludak dikarenakan faktor ekonomi yang menghimpit mereka. Realitas menunjukkan, krisis yang menimpa dunia pendidikan di Indonesia, khususnya kualitas pendidikan yang rendah, merupakan persoalan yang sangat kompleks. Prasarana, sarana, dan fasilitas kurang memadai, anggaran pendidikan nasional yang sangat minim, dan banyaknya para pendidik yang mengajar tidak sesuai dengan keahlian atau memang belum layak disebut guru merupakan faktor yang ikut menyulitkan pengembangan kualitas pendidikan.Selain itu telah muncul banyak pernyataan dan keluhan tentang rendahnya kualitas sumber daya manusia diIndonesia, yang tentu saja terkait dengan mutu lulusan yang dihasilkan oleh sistem pendidikan. Padahal, anggaran negara yang dialokasikan untuk pendidikan itu selalu bertambah dari tahun ke tahun. Sungguh ironis memang, anggaran selalu naik tetapi kualitas lulusan tetap rendah dan justru dirasakan semakin mahal. Masih didalam benak kemana anggaran yang setiap tahun semakin bertambah, tetapi kualitas tidak berubah?? Dan apakah sudah habis para pendidik kita yang mempunyai kualitas baik. Itu semua menjadi pertanyaan masyarakat yang menginginkan Pendidikan untuk anak – anak mereka agar tidak buta akan pendidikan seperti orang tuanya, dan belum juga terjawab oleh semua pihak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar